Mengenal Investasi Reksadana Indeks, Begini Keuntungan dan Risikonya

 

 

Salah satu instrumen investasi yang perlu kamu ketahui adalah investasi reksadana indeks. Ketika membicarakan reksadana alias mutual fund, kebanyakan orang hanya berfokus pada reksadana saham, pendapatan tetap, atau saham. Padahal terdapat jenis RD yang tidak dapat dilewatkan untuk mendapatkan pengembalian atau return tinggi.

 

Reksadana merupakan salah satu instrumen permodalan dimana investor menempatkan uangnya kepada entitas yang disebut manajer investasi atau fund manager. Fund manager tersebut lah selanjutnya akan mengelola dana dari investor dan secara bersama-sama ditempatkan pada instrumen Efek seperti saham dan obligasi atau surat utang.

 

Dengan demikian, kamu tidak perlu repot mengamati pergerakan harga di bursa Efek apalagi jika tidak punya skill khusus. Instrumen permodalan ini sangat cocok buat kamu apabila memiliki banyak kesibukan dan tidak sempat mengelola dana investasi sendiri. Selain itu, instrumen ini juga sangat pas bagi pemula.

Baca Juga :  Manfaat Asuransi Prudential Setelah 10 Tahun Bagi Pemegang Polis

 

Apa Itu Investasi Reksadana Indeks

 

Sebelum membahas lebih lanjut tentang apa itu reksadana (RD) indeks, ada baiknya kamu memahami definisi indeks itu sendiri. Indeks merupakan suatu statistik yang menunjukkan perubahan harga dari beberapa Efek baik itu berupa ekuitas (saham) maupun obligasi yang dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu. Kamu tentu sudah familiar dengan istilah IHSG.

 

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan merupakan statistik yang menunjukkan pergerakan harga saham dimana isinya adalah emiten-emiten yang tergabung dalam Bursa Efek Indonesia. Jenis indeks ada bermacam-macam misalnya IDX30, LQ45, dan lain-lain. Dalam instrumen reksadana juga dikenal RD indeks. Ini sedikit berbeda dari RD konvensional.

Baca Juga :  Cari Tahu Perbedaan Reksadana Syariah Vs Konvensional, Pilih Mana?

 

Investasi reksadana indeks adalah jenis mutual fund dimana kinerja produknya mengikuti performa indeks acuannya. Sebagai contoh suatu reksadana mengambil acuan IDX30, maka portofolio RD tersebut berisi saham-saham gabungan dari IDX30. Perlu kamu ketahui bahwa isi dari IDX30 bisa berubah-ubah. Saham yang kinerjanya tidak sesuai kriteria akan tergantikan saham lainnya.

 

Berbeda halnya pada RD konvensional dimana Manajer Investasi (MI) bisa secara bebas memilih emiten apa untuk kemudian dibeli. Artinya RD konvensional dikelola secara aktif berdasarkan peran dan kinerja MI. Pada RD indeks, pengelolaannya dilakukan secara pasif karena mengikuti acuannya. Jadi tidak bisa sembarang memilih sendiri.

Baca Juga :  Begini Cara Menabung Unik Dan Bikin Semangat Bagi yang Malas

 

Kelebihan Jika Memilih Reksadana Indeks

 

Saat memilih jenis RD ini, tentunya ada beberapa keuntungan yang bisa kamu peroleh. Hal utama yang man merupakan kelebihan jenis RD tersebut adalah biaya pengelolaannya (expense ratio) termasuk rendah. Hal ini karena umumnya tidak ada perubahan signifikan dalam komposisi suatu indeks acuan. Tentunya sangat berbeda dari RD konvensional.

 

Kelebihan memilih investasi reksadana indeks lainnya yaitu terhindar dari risiko kinerja Manajer Investasi buruk. Reksadana konvensional yakni dikelola secara aktif oleh MI tentu sangat bergantung pada performa MI tersebut. Apabila kinerjanya buruk, besar kemungkinan produk reksadana yang kamu beli justru nilai NAB-nya menurun sehingga berakibat kerugian.

Baca Juga :  Alokasi Aset Stratejik vs Taktis, Pilih Mana?

 

Pada RD indeks, kamu tidak perlu khawatir dengan kesalahan kinerja MI. Karena isi portofolionya terdiri dari saham-saham tertentu yang kinerjanya sesuai kriteria khusus. Misalnya pada RD yang mengacu IDX30 maka isi portofolionya terdiri dari saham berkapitalisasi besar dan likuiditasnya tinggi. Karena isi portofolionya adalah saham, maka imbal hasilnya juga tinggi.

 

Risiko Investasi Reksadana Indeks yang Perlu Diketahui

 

Selain mempelajari keuntungannya, kamu juga perlu untuk mengetahui apa saja macam risiko yang membayangi investor jika menempatkan pada jenis RD ini. Hal pertama yang wajib untuk kamu ketahui adalah instrumen ini termasuk dalam investasi risiko tinggi mengingat pergerakan jumlah harganya sangat fluktuatif dengan perubahan dalam waktu yang cepat.

Baca Juga :  Investasi Melalui Aplikasi Bibit Sebagai Langkah Awal Investor Pemula

 

Jenis RD ini memang tidak dikelola oleh Manajer Investasi jadi bisa terbebas dari kesalahan yang mungkin dilakukan MI. Biar bagaimanapun, kinerja RD indeks ditentukan oleh pasar. Ketika kinerja pasar baik, maka akan meraih keuntungan. Begitu pula sebaliknya, apabila kinerjanya memburuk, maka akan terjadi penurunan harga NAB.

 

Mengingat volatilitasnya yang begitu tinggi, jenis reksadana ini disarankan bagi investor dengan profil risiko agresif. Artinya adalah mereka yang siap menerima risiko tinggi jika kehilangan modal alias merugi. Apabila kamu termasuk tipe investor dengan profil risiko agresif, investasi reksadana indeks bisa dijadikan pilihan untuk mendapatkan keuntungan tinggi.