Langkah Trading dengan Moving Average yang Bakal Buatmu Untung

Trading dengan Moving Average atau MA adalah hal yang menjadi pilihan bagi sebagian besar trader. Hal tersebut dikarenakan indikator atau jenis ini menjadi salah satu trend yang paling populer di kalangan para trading atau investor saham pemula.

Namun begitu tidak sedikit para trader kesulitan bahkan mengalami kesalahan saat menggunakan salah satu jenis atau indikator tersebut. Sehingga Jika kamu menginginkan bagaimana langkah terbaik untuk melaksanakan tahapan ini maka pastikan untuk memperhatikan setiap hal ataupun langkah terbaik untuk melakukan tahapan ini.

Disisi lain jenis indikator ini kerapkali disebut sebagai indikator dengan kekuatan yang cukup baik ketika dimanfaatkan. Bahkan beberapa trader menggunakannya bersamaan dengan indikator teknikal. Ketika menggunakan atau memanfaatkannya trader akan menghitung beberapa angka berdasarkan dengan berdasarkan jumlah satuan waktu.

Jika kamu menemukan bahwa harga bergerak maka kurva akan bergerak ke atas. Maka, ketika kamu menemukan harga turun, maka kurva akan menuju ke bawah. Namun pastikan ketika memanfaatkan trading dengan Moving Average maka pastikan senantiasa selaku melaksanakan prediksi harga dengan tepat.

Jenis-Jenis MA yang Perlu Diketahui

Terdapat beberapa jenis-jenis ini patut diperhatikan oleh setiap trader. Pada dasarnya MA dimanfaatkan untuk menghitung terhadap suatu rata-rata dari jumlah data-data tertentu. Hal inilah yang membuat mengapa metode ini paling banyak dipilih. Beberapa yang patut dikenali paling umum antara lain;


  1. Simple MA

Jenis ini merupakan salah satu jenis yang cukup sederhana dan paling banyak digunakan atau dimanfaatkan. Ketika menggunakannya maka cukup menjumlahkan seluruh total harga pada satu periode tertentu. Kemudian membaginya pada periode tertentu berdasarkan ketentuan atau persyaratan yang diberlakukan.

  1. Linier Weighted MA

Di sisi lain jenis ini merupakan salah satu jenis indikator yang paling banyak digunakan oleh trader karena menjadi sarana penentuan trend. Untuk melakukan perhitungannya maka kamu cukup melakukan penjumlahan terhadap semua harga penutupan yang kemudian dikalikan pada posisi data.

Baca Juga :  Kenali Beragam Jenis Investasi Reksadana yang Bisa Dicoba

Langkah Mudah Melakukan Open Posisi MA

 

Selanjutnya melaksanakan tahapan ini atau indikator jenis ini, kamu cukup menggunakan beberapa indikator. Sehingga, pastikan untuk memilih salah satu dari jenis berikut ini. Berikut penjelasan untuk open posisi yang dapat dipilih dan paling banyak dimanfaatkan oleh setiap trader.

  1. Open Posisi Saat Crossover

Tahapan trading dengan Moving Average ini adalah tahapan yang paling sering dilakukan saat MA. Untuk melakukannya maka diperlukan 2 indikator yaitu SMA, baik itu SMA 20, SMA 50 ataupun sampai 100. Biasanya beberapa trader akan memanfaatkannya saat mereka tidak tahu harga jatuh atau naik.

  1. Open Posisi Saat Sinyal Price Action

Selanjutnya cara atau tahapan ini biasanya kerap kali menjadi pendukung sampingan. Dalam tahapan ini indikator tersebut dimanfaatkan sebagai pendukung atau indikator pendukung lainnya. Kamu mendapatkan harga support jika sumbu menuju ke atas. Namun jika ke bawah dapat dilakukan bullish.

  1. Open Posisi Sebagai Trend Filter

Pada cara ini ini biasanya trader menggunakannya untuk menyaring. Untuk membacanya kamu cukup melihat pergerakan harga yang terdapat melalui curva. Jika ke bawah, hal tersebut menandakan bahwa kamu dapat melakukan jual. Namun kamu juga dapat tetap berada di harga terpilih.

Tips Mudah Menggunakan Trading dengan Moving Average

Terdapat beberapa tips saat memanfaatkan trading Moving Average ini. Pertama pastikan untuk melakukan analisis terhadap trend. Untuk melakukannya maka kamu hanya perlu melihat kondisi grafik pasar dan garis MA atau Moving Average atau kerap kali disingkat MA.

Jika suatu harga berada dibawah garis maka harga cenderung menurun. Hal tersebut berkebalikan jika berada di garis atas maka harga cenderung naik. Kamu juga dapat melakukan peralihan terhadap tren harga untuk menentukan apakah kamu diharuskan untuk melaksanakan aksi beli saat harga sedang turun atau tidak.

Baca Juga :  2 Tips Ampuh Trading untuk Pemula dengan Modal Kecil

Untuk menentukan kapan harga bullish, maka dapat menggunakan dua jenis MA yang sering sekali gunakan itu MA 20 dan 50. Sehingga, pastikan untuk memahami dan memperhatikan beberapa hal ini sebagai upaya memperoleh keuntungan tinggi dan besar saat trading.

Terakhir kamu dapat menggunakan pendukung atau support serta resisten yang memanfaatkan titik dimana harga akan mulai memantul saat tren mulai membaik. Beberapa jenis yang dapat kamu pilih biasanya adalah 2 buah Moving Average yang dapat berfungsi untuk menentukan area magnet support atau magnet resisten.

Dengan memahami bagaimana langkah terbaik untuk melaksanakan indikator ini maka kamu akan mendapatkan keuntungan yang besar. Hal tersebut dikarenakan kamu dapat memahami kapan harus melakukan aksi jual dan kapan harus melakukan aksi beli atau menggunakan trading dengan Moving Average.