Alokasi Aset dengan Bobot Konstan untuk Menyeimbangkan Portofolio

Alokasi Aset dengan Bobot Konstan untuk Menyeimbangkan Portofolio

Alokasi aset dengan bobot konstan merupakan salah satu strategi yang sering digunakan para investor untuk mengelola aset yang dimilikinya. Seperti yang kita tahu, pembahasan investasi menjadi pembahasan yang menarik karena semakin banyak orang yang berminat, misalnya saja untuk investasi saham dan mungkin kamu salah satunya.

Investasi saham menjadi pilihan terbaik bagi kamu yang memiliki modal tidak besar. Sebelumnya, banyak orang yang menganggap bahwa investasi saham hanya cocok untuk orang kaya atau orang dengan modal besar. Siapa sangka ternyata masih banyak saham yang memiliki harga murah tapi cukup bagus dijadikan pilihan.

Selain itu, banyak juga anggapan bahwa investasi saham merupakan jalan pintas bagi mereka yang ingin cepat kaya. Anggapan ini tentunya salah karena justru investasi saham memiliki risiko cukup besar jadi dana yang digunakan harus siap hilang karena tidak ada yang pernah tahu pergerakan pasar saham.

Baca Juga :  Cara Menghemat Uang Setiap Hari, Simak Ulasan Berikut!

Untuk menghindari risiko tersebut, tentunya diperlukan strategi pengelolaan saham. Sebenarnya ada cukup banyak strategi pengelolaan aset saham yang bisa kamu pilih, namun kali ini kita akan membahas tentang alokasi aset dengan bobot konstan yang sering dijadikan strategi favorit bagi para investor, baik pemula maupun profesional.

Sesuaikan Tujuan Strategi Alokasi Aset

Pada dasarnya setiap strategi pengelolaan aset investasi memiliki tujuan yang berbeda-beda jadi kita bisa menyesuaikannya dengan tujuan berinvestasi. Begitu juga dengan strategi dengan bobot konstan ini pasti juga memiliki tujuan tersendiri yang harus kamu ketahui sebelum akhirnya memilih strategi ini dalam menjalankan investasi saham.

Baca Juga :  Kenali Tips Investasi Reksadana Saham Agar Tujuan Keuangan Tercapai

Strategi alokasi aset dengan bobot konstan berkaitan erat dengan strategi buy and hold atau beli dan tahan. Bagi kamu yang sudah terjun di pasar modal, pasti sudah tidak asing dengan istilah tersebut, yaitu buy untuk menunjukkan aktivitas beli saham pada waktu dan harga tertentu.

Sedangkan, hold merupakan pilihan untuk mempertahankan saham dengan tidak menjualnya dalam kurun waktu tertentu. Strategi ini dilakukan bahkan saat terjadi pergeseran nilai aset mencapai harga yang sudah tinggi. Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan yang lebih besar tanpa memperhatikan fluktuasi yang terjadi pada kurun waktu tersebut.

Baca Juga :  Kendala Manajemen Investasi yang Harus Kamu Waspadai

Pendekatan yang Tepat agar Keuntungan yang Didapat Lebih Efektif

Sama seperti strategi alokasi aset lainnya yang memiliki pendekatan tersendiri. Alokasi aset dengan bobot konstan juga memiliki pendekatan yang bisa kamu lakukan agar keuntungan yang didapatkan lebih efektif. Pendekatan ini adalah pendekatan bobot-konstan dengan kelebihan dan kekurangan yang harus kamu perhatikan saat ingin melakukannya.

Pendekatan ini berguna untuk menyeimbangkan kembali portofolio secara berkelanjutan dengan mempertahankan saham yang sudah dibeli hingga beberapa waktu ke depan. Beberapa orang mungkin memilih fast trading atau melakukan beli dan jual saham dalam waktu yang berdekatan, tapi ini tidak sesuai pendekatan bobot-konstan pada alokasi aset.

Pendekatan ini tidak begitu memperhatikan fluktuasi harga yang terjadi karena pada umumnya harga setiap saham pasti mengalami naik dan turun, itu adalah hal wajar. Apabila terjadi penurunan harga, kamu tidak perlu khawatir dan justru ini menjadi momen untuk membeli lebih banyak saham lagi.

Baca Juga :  Mengapa Harus Menggunakan Aplikasi Investasi yang Diawasi OJK?

Aturan Menentukan Timing yang Tepat

Untuk mendapatkan keuntungan, tentu membutuhkan kemampuan untuk membaca timing yang tepat, kapan harus membeli dan kapan harus menjualnya. Tapi, jika kamu menggunakan pendekatan ini maka tidak ada aturan yang tegas mengenai timing jual dan beli saham karena pada akhirnya harga saham tersebut akan terus naik.

Aturan yang harus dipahami adalah bagaimana cara memilih saham yang berkualitas dan memiliki fundamental baik jadi kamu tidak perlu khawatir apabila terjadi penurunan harga karena itu merupakan bagian dari fluktuasi pasar. Namun, harganya akan kembali naik jadi pilihan untuk hold saham tersebut merupakan pilihan terbaik.

Baca Juga :  Instrumen Investasi Reksadana, Pilihan Tepat untuk Generasi Milenial

Justru apabila terjadi penurunan harga, itu menjadi timing yang tepat untuk menambah aset saham dengan membelinya. Aset saham akan terus bertambah dan keuntungan yang didapat juga semakin besar. Tapi, langkah ini tidak bisa dilakukan pada sembarangan saham karena tidak semuanya memiliki fundamental yang menjanjikan.

Bagi kamu yang ingin belajar saham dalam jangka menengah atau jangka panjang, strategi di atas bisa menjadi pilihan. Setiap strategi tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk pendekatan bobot konstan jadi kamu bisa menjadikan ulasan di atas sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan alokasi aset dengan bobot konstan.