5 Cara Menyisihkan Uang Hasil Dagang dan Usaha

5 Cara Menyisihkan Uang Hasil Dagang dan Usaha

Cara menyisihkan uang hasil dagang harus diketahui oleh para pebisnis atau pedagang. Pasalnya, aktivitas ini yang menjadi penentu apakah usaha yang dijalankan mendapatkan keuntungan atau bahkan kerugian. Sebab alasan itu maka di bawah ini akan dijabarkan tentang cara menyisihkan uang hasil usaha. Sehingga bisa kelihatan mana yang termasuk laba dan mana yang dianggap modal. Silahkan disimak semoga ada manfaatnya. Ini cara yang dimaksud:

MENUJU TOPIK

1. Ketahui Terlebih Dahulu Harga Beli Produk

Cara yang pertama adalah ketahui terlebih dahulu berapa harga beli produk. Maksudnya harga beli dari pabrik atau reseller sebelum produk tersebut dijual kembali oleh pedagang dengan harga lebih tinggi. Jika harga ini tidak diketahui tentu ke depan akan kesulitan ketika harus menyisihkan uang hasil.

Jika modalnya saja tidak diketahui, apalagi hasil dari bisnis tentu lebih samar lagi. Maka dari itu, silahkan tentukan terlebih dahulu berapa harga beli produk. Jika Rp100.000 dan produk tersebut berhasil dijual Rp150.000 berarti yang Rp50.000 sudah bisa disisihkan karena merupakan laba dari usaha.

2. Sisihkan Setelah Uang Dipotong Modal

Menyisihkan hasil atau laba usaha artinya menyisihkan uang selisih dari modal yang telah dikeluarkan. Jika menggunakan cara ini berarti nominal modal tetap utuh dan tidak berkurang sedikitpun. Jika sebagian modal justru disisihkan menjadi laba tentu perkembangan usaha akan terhambat.

Sebab modal tidak akan sehat sehingga tidak bisa digunakan untuk berbelanja produk berikutnya. Ini yang menjadi alasan mengapa pengatur laba modal usaha harus orang yang memang pintar berhitung. Paling tidak si pengatur bisa mengetahui mana modal yang harus disisihkan dan mana yang tidak.

3. Catat Pemasukan dan Pengeluaran Usaha dengan Lengkap

Cara menyisihkan uang hasil dagang yang ketiga adalah catat pemasukan dan pengeluaran usaha dengan lengkap. Jangan sampai ada yang terlupa apalagi sampai ada penulisan nominal yang salah. Jika kedua transaksi ini tidak dicatat dengan benar bisa dipastikan pedagang tidak akan menemukan nilai fix dari modal yang harus disisihkan.

Bisa jadi justru yang disisihkan adalah laba padahal yang benar adalah modal usaha yang dipisah pertama kali. Pencatatan pemasukan dan pengeluaran usaha adalah aktivitas penting di dalam bisnis. Bahkan para pekerjanya tidak boleh asal pilih melainkan tenaga akuntansi yang memang profesional dan ahli di bidang matematika.

4. Sisihkan Hasil untuk Biaya Operasional Terlebih Dahulu

Cara yang berikutnya adalah sisihkan laba usaha untuk biaya operasional usaha terlebih dahulu. Semisal biaya untuk pembayaran token listrik, biaya pengadaan air, biaya kuota pulsa, dan biaya cetak banner. Biaya di atas tidak bisa dimasukkan sebagai laba usaha melainkan terkategori sebagai modal.

Jika operasional di atas tidak dipenuhi terlebih dahulu tentu ke depan usaha yang dijalankan tidak akan maksimal. Modal besar untuk membeli produk menjadi sia-sia karena progres usaha tidak akan meningkat. Bisa dibayangkan berapa hasil usaha jika untuk membayar listrik saja tidak ada.

5. Sisihkan Hasil Usaha dengan Periode Tetap

Pedagang harus memastikan kapan hasil usaha akan disisihkan apakah setiap bulan atau setiap tahun. Nah, sebelum waktu yang sudah disepakati itu sudah sampai maka antara laba dan modal tidak usah dipisah-pisah terlebih dahulu.

Agar teknik berjalan dengan baik tentu pedagang harus memiliki modal lanjutan yang sehat. Paling tidak dalam periode setahun tersebut masih ada modal untuk membeli produk tanpa harus mengambil dari hasil dagang yang didapatkan dari penjualan sebelumnya.

Itulah beberapa cara menyisihkan uang hasil dagang yang 100% berhasil membuat niaga maju dengan pesat. Silakan dicoba dan pastikan para akuntan yang dipilih profesional dan cerdas dalam menghitung.

 

Baca Juga :  Begini Cara Menabung Unik Dan Bikin Semangat Bagi yang Malas