Cara Klaim Asuransi KPR BTN, Ini Langkah yang Harus Dilakukan

Cara Klaim Asuransi KPR BTN, Ini Langkah yang Harus Dilakukan

Musibah bisa datang kapan saja, termasuk saat sedang memiliki tanggungan seperti Kredit kepemilikan rumah misalnya. Mungkin saja terjadi kerusakan, atau nasabah tertanggung yang meninggal dunia. Cara klaim asuransi KPR BTN berikut ini mungkin sangat bermanfaat bagi nasabah yang akan mengajukan klaim asuransi.

Asuransi tentu sangat bermanfaat karena bisa digunakan untuk mencegah kerugian finansial jika terjadi kerusakan. Sebagai nasabah, tentunya premi wajib dibayarkan secara berkala dalam jangka waktu tertentu. 

Jika terjadi kerusakan, nantinya pihak asuransi akan memberikan sejumlah uang sesuai kesepakatan yang tercantum dalam polis. Jangan ditunda-tunda, karena biasanya pihak asuransi hanya memberikan jangka waktu satu minggu sejak resiko terjadi. Berikut ini prosedur klaim asuransi KPR yang wajib diketahui.

1. Berikan Data Yang Akurat Pada Pihak Asuransi

Cara klaim asuransi KPR BTN pertama adalah berikan data yang lengkap dan tidak dimanipulasi. Data tersebut meliputi tanggal kejadian, lokasi, kerusakannya apa saja,  kerugian yang diperkirakan, serta kontak yang dapat dihubungi untuk proses klaim seperti nomor hp dan email.


Kemudian, setelah laporan diterima, pihak asuransi nantinya akan meninjau lokasi dan melakukan verifikasi ke lokasi dan menginvestigasi mengenai resiko. Disamping itu, mereka juga akan menilai kerugian yang diperkirakan versi mereka. Untuk selanjutnya diserahkan pada divisi terkait.

2. Lengkapi Dokumen

Selain data yang akurat, sejumlah dokumen juga dibutuhkan untuk mempermudah proses klaim asuransi. Kelengkapan dokumen tersebut antara lain formulir klaim yang sudah dilengkapi. Kemudian  asuransi dari risiko pencurian, serta rincian barang yang mungkin hilang beserta bukti pembeliannya jika masih disimpan.

Ceritakan juga kronologi kejadian serta kapan terakhir kali menggunakan barang yang hilang. siapa yang menyadari kehilangan tersebut. Rekaman cctv (jika ada) juga dibutuhkan untuk menunjukkan tempat masuk atau keluarnya pencuri.

Selain itu, lampirkan surat keterangan kehilangan yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian. Dokumen persetujuan klaim serta claim discharge yang sudah di paraf. Formulir klaim, dan asuransi resiko kecelakaan.

3. Berikan Laporan Teknis

Laporan teknis juga mungkin dibutuhkan untuk menunjukkan penyebab kejadian, penilaian apakah properti masih layak, dan tingkat kerusakan. Laporan teknis biasanya didapat dari pihak yang biasanya memperbaiki rumah seperti tukang bangunan.  Berikan proposal untuk penggantian barang yang rusak serta perbaikan properti.

4. Pengajuan Klaim Akan Segera Diproses

Kemudian jika semua sudah dirasa lengkap, ajukan kembali ke pihak asuransi. Nantinya mereka akan mengecek kelengkapan data. Jika sudah lolos verifikasi dan data yang diminta sudah ada semua, maka perusahaan asuransi akan membayarkan klaim senilai jumlah yang sudah disepakati dalam polis. 

Nantinya uang ini akan ditransfer ke bank tertanggung. Proses transfer biasanya membutuhkan waktu satu hingga dua minggu. Untuk persyaratan dan prosedur yang lebih detail, tanyakan langsung ke petugas asuransi terkait, karena mungkin saja perusahaan asuransi menerapkan prosedur dan persyaratan yang berbeda. 

Hubungi pihak asuransi lewat nomor aduan, atau datang langsung ke kantor cabang terkait. Asuransi KPR juga bermanfaat apabila si tertanggung meninggal dunia, sementara KPR belum lunas. 

Nantinya tim KPR akan membantu melunasi sisa cicilan. Karena itu, nasabah tak perlu khawatir, karena tidak akan memberikan beban hutang cicilan pada keluarga atau ahli waris.

Demikian cara klaim asuransi KPR BTN yang mungkin berguna bagi nasabah KPR bank BTN. Jika terjadi kerusakan akibat bencana, pencurian atau lainnya segera laporkan langsung ke pihak asuransi. Karena mereka memiliki batas waktu klaim tidak lebih dari tujuh hari.

Baca Juga :  Pentingnya Asuransi Jiwa Untuk Masa Depan Keluarga Dan Keuangan