modal usaha ayam potong

Modal Usaha Ayam Potong Tidak Kecil, Ini Ulasannya

Hampir setiap hari orang mengonsumsi ayam dengan olahan yang berbeda-beda. Hal ini tentu didukung dengan usaha peternakan ayam yang selalu siap memberikan stok ayam. Sebenarnya modal usaha ayam potong tidak kecil, berikut ini alasan usaha tersebut membutuhkan modal besar, antara lain:

1. Sewa Lahan

Ketika menjalankan usaha ini memang tidak bisa dilakukan di sembarang tempat, sehingga membutuhkan lahan khusus. Alangkah baiknya dalam membuat lahan usaha potong ayam ini jauh dari pemukiman penduduk. Salah satu alasannya adalah agar pemukiman tersebut tidak terganggu dengan kotoran atau limbah yang ada di peternakan.

Selain itu, suhu udara dan kelembaban harus berada dalam ukuran tertentu. Idealnya suhu udara di lahan peternakan ayam adalah 32 sampai 35 derajat celcius, sedangkan kelembaban udaranya 60 sampai 70 persen. Area peternakan juga harus mendapatkan sinar matahari yang cukup dan penerangan kandang juga harus cukup.

2. Pembelian Pakan

Selain lahan, sumber pakan ayam juga harus terpenuhi agar ketika masa panen mendapatkan ayam-ayam yang sehat. Pakannya sendiri setiap karung harganya sekitar Rp600.000,00 per karung. Belum lagi jika ayam tersebut sudah dewasa, tentu pakannya berbeda dari yang masih kecil.

Tidak hanya pakan, konsentrat juga perlu dipikirkan supaya ayam terhindar dari penyakit. Pembelian satu karung konsentrat per 50 kilogram ditaksir mencapai Rp450.000,00. Biaya tersebut belum ditambah dengan pemberian vaksin dan obat-obatan lain yang kira-kira mengeluarkan biaya Rp300.000,00.

3. Pembuatan Kandang Ayam

Saat menjalankan usaha ini tidak mungkin hanya membutuhkan satu kandang besar, sehingga harus ada beberapa kandang yang terpisah berdasarkan usia bibit. Misalkan usaha ayam potong ini ingin memulai dengan pembelian 100 bibit ayam, maka kandang yang dibutuhkan kurang lebih 2×2 meter. Biaya yang harus dikeluarkan untuk kandang ini kurang lebih sekitar Rp500.000,00.

Selain kandang, penerangan berupa lampu di area kandang juga diperlukan yang mana memakan biaya Rp12.000,00 untuk dua buah lampu. Tempat untuk makan dan minum ayam juga dibutuhkan di dalam kandang, yang mana untuk satu buah tempat minum ayam  sekitar Rp12.000,00. Sedangkan, tempat makannya sendiri diberi harga Rp8.000,00 per buah.

4. Pembelian Mesin Potong

Salah satu alasan terbesar modal usaha ayam potong tak kecil adalah mahalnya harga mesin potong ayam. Mesin potong ayam bisa mencapai jutaan rupiah, bahkan untuk mesin pemotong ayam sendiri mencapai Rp10.000.000,00. Berbeda dengan mesin pencabut bulu ayam seharga Rp5.000.000,00 – Rp6.000.000,00.

5. Biaya Lain-lain

Masih ada biaya lain yang harus ditanggung untuk menjalankan usaha ini, salah satunya adalah biaya listrik dan air per bulan yang kurang lebih Rp350.000,00. Biaya bibit ayam per ekor jika dihitung sekitar Rp8.000,00. Selain itu, ada biaya tambahan untuk penyusutan pakan, vitamin, bibit, dan lain-lain.

Adapun biaya pegawainya yang tidak murah dan ditanggung oleh pemilik usaha. KIra-kira gaji karyawan tiap bulan kurang lebih Rp800.000,00 untuk satu orang. Modal usahanya jika ditotal untuk ternak 100 ekor ayam kurang lebih Rp18.832.000,00.

Itulah alasan modal usaha ayam potong butuh biaya cukup banyak dan mencapai puluhan juta. Artikel ini telah menyampaikan perkiraan modal untuk dijadikan referensi saat membuka usaha ayam potong. Hal itu semua memang perlu. Namun apabila modal yang dimiliki tidak begitu banyak, dapat mengesampingkan mesin potong dan hal lain yang harganya cukup mahal. Jika sudah terkumpul modal lagi, hal-hal yang tadinya belum ada bisa diusahakan untuk diadakan supaya hasil maksimal.

Baca Juga :  Analisa Usaha Ternak Kambing, Perhatikan Hal-Hal Berikut!